Mengenal DJI Lito Series: Generasi Baru Drone Pemula
Selama bertahun-tahun, segmen drone entry-level DJI didominasi oleh seri Mini — dari Mini 3 hingga Mini 4K. Tapi di April 2026, DJI resmi menutup babak tersebut dan membuka era baru dengan meluncurkan DJI Lito Series: dua drone sub-250 gram yang sepenuhnya menggantikan Mini 4K sebagai pilihan utama bagi pilot pemula dan content creator budget.
Lito Series terdiri dari dua model: DJI Lito 1 sebagai pilihan entry-level yang terjangkau, dan DJI Lito X1 sebagai versi premium dengan kamera dan sistem keamanan yang lebih canggih. Keduanya tetap berada di bawah 249 gram — ambang batas regulasi yang memungkinkan penerbangan di atas orang tanpa izin khusus di banyak negara.
Dengan tagline resmi “Just Fly”, DJI menyasar pengguna yang ingin langsung terbang tanpa kerumitan — mahasiswa, traveler, kreator media sosial, dan siapa pun yang ingin rekaman udara berkualitas tinggi tanpa kurva belajar yang curam.

Tanggal Rilis & Ketersediaan
DJI secara resmi mengumumkan DJI Lito X1 dan Lito 1 pada 23 April 2026 pukul 12.00 GMT. Order dibuka bersamaan dengan pengumuman melalui store.dji.com dan retailer resmi di Eropa, Inggris, Australia, Kanada, dan sebagian besar pasar internasional lainnya.
Sayangnya, Amerika Serikat tidak termasuk dalam daftar pasar resmi. Hal ini terjadi karena keputusan FCC Covered List per 22 Desember 2025 yang menghambat otorisasi produk DJI baru di AS. Saat ini DJI sedang dalam proses litigasi di Ninth Circuit (Case 26-1029), namun prosesnya diperkirakan tidak akan selesai sebelum akhir 2026.
Untuk pasar Asia Tenggara termasuk Indonesia, ketersediaan melalui distribusi resmi perlu dipantau lebih lanjut. Namun mengingat DJI Avata 360 sudah hadir di Indonesia lewat Erajaya, kemungkinan besar Lito Series akan menyusul dalam waktu dekat melalui jalur serupa.
Spesifikasi Lengkap: Lito X1 vs Lito 1
Tabel berikut merangkum perbandingan spesifikasi teknis kedua drone secara lengkap:
| Spesifikasi | DJI Lito X1 | DJI Lito 1 |
|---|---|---|
| Bobot | < 249 gram | < 249 gram |
| Sensor Kamera | 1/1.3-inch CMOS | 1/2-inch CMOS |
| Resolusi Foto | 48 MP (12 MP video) | 48 MP (12 MP video) |
| Aperture | f/1.7 | f/1.8 |
| FOV | 82.1° | 79° |
| Video Maks. | 4K/60fps HDR, 4K/100fps slow-mo | 4K/60fps, 4K/100fps slow-mo |
| Vertikal Video | 2.7K Vertical (social media) | 2.7K Vertical (social media) |
| Color Profile | 10-bit D-Log M, HDR (14 stops) | Normal only (tidak ada D-Log M) |
| Obstacle Sensing | Omnidirectional + LiDAR depan | Omnidirectional 5-lux |
| Penyimpanan Internal | 42 GB | Tidak ada (perlu microSD) |
| Transfer Data | Wi-Fi 6 (50 MB/s) | Wi-Fi 6 (50 MB/s) |
| Waktu Terbang | 36 menit (52 menit Battery Plus) | 36 menit |
| Transmisi | O4 (jangkauan ~15 km dengan RC 2) | O4 |
| Ketahanan Angin | 10.7 m/s | 10.7 m/s |
| ActiveTrack | Hingga 12 m/s | Hingga 12 m/s |
| Smart Modes | QuickShots, MasterShots, Hyperlapse, Panorama | QuickShots, MasterShots, Hyperlapse, Panorama |
| Gimbal | 3-axis, tilt 40° ke atas | 3-axis |
| Suhu Operasi | -10°C hingga 40°C | 0°C hingga 40°C |
| Regulasi | UK1 / C1 class | UK0 / C0 class |
Fitur Unggulan DJI Lito Series
1. Obstacle Sensing Omnidirectional — Standar di Kedua Model
Ini adalah salah satu terobosan paling signifikan dari Lito Series: obstacle sensing omnidirectional hadir bahkan di model base Lito 1. Sebagai pembanding, DJI Mini 4K yang harganya serupa hanya punya sensor downward — tidak bisa mendeteksi rintangan dari depan, samping, atau atas sama sekali. Lito Series membalik standar tersebut sepenuhnya.
Lito X1 selangkah lebih jauh dengan menambahkan forward-facing LiDAR — teknologi deteksi presisi yang biasanya hanya ada di drone premium seperti Mini 5 Pro dan Neo 2. LiDAR memungkinkan deteksi rintangan bahkan dalam kondisi minim cahaya, di mana sistem vision berbasis kamera biasa mulai kesulitan.
2. D-Log M 10-bit & 14 Stop Dynamic Range (Lito X1)
Bagi content creator yang serius soal color grading, D-Log M 10-bit dengan 14 stop dynamic range di Lito X1 adalah fitur yang mengubah segalanya. Dengan ini, footage yang diambil di kondisi pencahayaan ekstrem — misalnya jalan hutan dengan sinar matahari yang masuk di sela daun — bisa diselamatkan dan diedit secara fleksibel di post-production. Lito 1 tidak memiliki fitur ini, sehingga kurang cocok untuk produksi konten profesional.
3. Penyimpanan Internal 42 GB + QuickTransfer Wi-Fi 6 (Lito X1)
Lito X1 dilengkapi 42 GB penyimpanan internal sehingga kamu bisa langsung terbang tanpa menyiapkan microSD terlebih dahulu. Saat waktunya transfer, Wi-Fi 6 dengan kecepatan 50 MB/s memungkinkan pemindahan seluruh isi storage dalam 14 menit. Lito 1 tidak memiliki internal storage — kamu wajib menyiapkan microSD sendiri.
4. ActiveTrack hingga 12 m/s + Smart Shooting Modes
Kedua model dilengkapi ActiveTrack yang mampu melacak subjek bergerak hingga kecepatan 12 m/s — cukup untuk mengikuti pelari, pesepeda, atau kendaraan di jalan. Ditambah QuickShots, MasterShots, Hyperlapse, dan Panorama, pemula pun bisa langsung menghasilkan gerakan kamera sinematik dari penerbangan pertama mereka.
5. Baterai 36 Menit — Terlama di Kelasnya
Dengan waktu terbang standar 36 menit, Lito Series jauh melampaui DJI Neo 2 (19 menit) dan kompetitor entry-level lainnya. Dalam pengujian nyata, ini berarti sekitar 25 menit terbang aktif yang nyaman sebelum aplikasi DJI Fly memberi notifikasi baterai rendah. Lito X1 bahkan bisa mencapai 52 menit dengan Battery Plus — sebuah angka luar biasa untuk drone sub-250 gram.
6. Desain Foldable & Bobot di Bawah 249 Gram
Seperti seri Mini, kedua Lito drone menggunakan desain foldable compact yang cukup muat di saku jaket besar. Bobotnya di bawah 249 gram (dengan baterai standar) memungkinkan penerbangan di kategori A1/UK0 di Eropa — bisa terbang di atas orang tanpa pelatihan drone formal. Untuk kreator yang sering terbang di lokasi ramai seperti festival, pasar, atau kampus, ini adalah keuntungan regulasi yang sangat nyata.
Untuk Siapa DJI Lito X1 dan Lito 1 Cocok?
Meski keduanya masuk kategori entry-level, Lito X1 dan Lito 1 memiliki target pengguna yang sedikit berbeda:
Pilot Pemula / Mahasiswa
Obstacle sensing lengkap dan kontrol yang intuitif membuat Lito Series sangat forgiving untuk pengguna yang baru belajar terbang.
Kreator Media Sosial
Mode vertikal 2.7K, QuickShots, dan MasterShots langsung menghasilkan konten siap upload untuk Instagram, TikTok, dan YouTube Shorts.
Travel Videographer
Bobot ringan, bodi foldable, dan waktu terbang 36 menit menjadikan Lito Series teman perjalanan yang ideal tanpa membebani tas.
Vlogger & Content Creator (X1)
D-Log M 10-bit dan LiDAR menjadikan Lito X1 alat serius untuk vlogger yang peduli kualitas warna dan keamanan terbang di tempat ramai.
Real Estate & Properti
Foto 48MP dan video stabil memudahkan pengambilan gambar udara properti dengan hasil yang cukup untuk kebutuhan pemasaran digital.
Olahraga & Outdoor
ActiveTrack 12 m/s dan obstacle sensing membuat kedua drone ini mampu mengikuti subjek bergerak di lingkungan terbuka secara aman.
DJI Lito X1 dan Lito 1 kurang tepat untuk fotografer udara profesional yang membutuhkan sensor 1-inch atau lebih besar, videografer yang memerlukan gimbal 360° rotating seperti di Mini 5 Pro, atau operasi pemetaan dan survei komersial.
Harga Resmi DJI Lito X1 dan Lito 1
Berikut harga resmi di berbagai pasar yang tersedia:
- DJI Lito 1 Basic — Rp4.901.000
- DJI Drone Lito 1 Fly More Combo RC-N3 — Rp6.863.000
- DJI Lito X1 — Rp6.100.000
- DJI Lito X1 Fly More Combo RC-N3 — Rp8.307.000
- DJI Lito X1 Fly More Combo RC2 — Rp9.778.000
- DJI Lito X1 Fly More Combo Plus RC 2 — Rp11.004.000
Fly More Combo untuk Lito 1 menyertakan dua baterai tambahan, charging hub tiga slot, RC-N3, dan tas bawaan. Untuk Lito X1, versi Fly More Combo Plus mengganti RC-N3 dengan RC 2 yang memiliki layar sentuh bawaan — jauh lebih nyaman untuk penggunaan sehari-hari tanpa perlu menjepit smartphone ke remote.
Perbandingan: Lito X1 vs Lito 1 vs Mini 5 Pro
DJI kini memiliki tiga pilihan drone sub-250 gram di lineup-nya. Ini posisi masing-masing:
| Aspek | DJI Lito 1 | DJI Lito X1 | DJI Mini 5 Pro |
|---|---|---|---|
| Harga mulai | €339 | €419 | ~€935 |
| Sensor | 1/2-inch | 1/1.3-inch | 1-inch (Quad Bayer) |
| Max Video | 4K/60fps | 4K/60fps HDR | 4K/120fps |
| D-Log M | Tidak | Ya (10-bit) | Ya (10-bit) |
| Obstacle Sensing | Omnidirectional | Omnidirectional + LiDAR | Omnidirectional + LiDAR |
| Internal Storage | Tidak ada | 42 GB | 42 GB |
| Terbang Maks. | 36 menit | 36 / 52 menit | 36 / 52 menit |
| Transmisi | O4 | O4 | O4 Plus (20 km) |
| Gimbal Tilt | Standar | 40° ke atas | 225° rotating |
| Target User | Pemula, medsos | Vlogger, kreator | Fotografer profesional |
Posisinya jelas: Lito 1 adalah pilihan terbaik untuk pengguna pertama kali yang ingin drone aman dan mudah digunakan. Lito X1 adalah “sweet spot” bagi content creator yang ingin kualitas lebih tanpa melompat ke harga Mini 5 Pro. Mini 5 Pro tetap menjadi pilihan untuk fotografer udara serius yang memprioritaskan kualitas gambar di atas segalanya.
Baca Juga : Istilah Istilah Pada Drone
Kelebihan & Kekurangan
Kelebihan
- Obstacle sensing omnidirectional standar di kedua model — langkah jauh di atas Mini 4K
- 4K/60fps dan 4K/100fps slow-mo di kedua model
- Lito X1: D-Log M 10-bit, 14 stop dynamic range, ideal untuk color grading
- LiDAR forward sensing di Lito X1 (biasanya eksklusif drone mahal)
- 42 GB internal storage di Lito X1
- Baterai 36 menit — terlama di kelasnya
- Wi-Fi 6 QuickTransfer 50 MB/s — transfer cepat tanpa kabel
- Bobot sub-250g: regulasi lebih longgar di banyak negara
- Harga agresif untuk fitur yang ditawarkan
- DJI Care Refresh tersedia
Kekurangan
- Tidak tersedia resmi di Amerika Serikat
- Lito 1 tidak punya internal storage — perlu microSD tambahan
- Lito 1 tidak support D-Log M dan HDR
- Gimbal tidak bisa full-rotate seperti Mini 5 Pro (untuk vertikal)
- Sensor lebih kecil dari Mini 5 Pro — kurang ideal untuk low-light ekstrem
- Transmisi O4, bukan O4 Plus seperti Mini 5 Pro
- Baling-baling tidak terlindungi bawaan (tidak seperti DJI Neo)
Kesimpulan: Mana yang Harus Kamu Pilih?
DJI Lito Series adalah pernyataan tegas dari DJI bahwa kelas entry-level bukan lagi tempat untuk berkompromi. Dengan menghadirkan obstacle sensing omnidirectional, baterai 36 menit, dan kualitas video 4K HDR di harga yang terjangkau, DJI praktis menutup celah yang selama ini ada antara Mini 4K dan Mini 5 Pro.
Pilih DJI Lito 1 jika kamu pilot pertama kali yang ingin drone aman, mudah, dan terjangkau untuk konten media sosial dan dokumentasi perjalanan. Siapkan microSD, dan kamu siap terbang.
Pilih DJI Lito X1 jika kamu content creator atau vlogger yang peduli soal kualitas warna, fleksibilitas editing, dan keamanan terbang lebih canggih. Selisih harga dari Lito 1 sangat sepadan dengan sensor lebih besar, D-Log M, LiDAR, dan storage internal 42 GB yang kamu dapatkan.
Bagi pasar Indonesia, pantau ketersediaan melalui distributor resmi DJI di Indonesia. Mengingat ekosistem DJI yang sudah cukup kuat di sini, besar kemungkinan Lito Series akan hadir secara resmi dalam waktu tidak terlalu lama.











